Tuesday September 2, 2014

Tanya Jawab tentang Jalur Merah, Re-Import, Transaksi On-line

• lia May 14, 2009 5:44 pm
Maaf pak, sy mau tanya proses perubahan jalur merah ke jalur hijau gimana ya? Bisa saya minta peraturan2 nya yg dari Bea Cukai. Kabarnya proses ini lama sekali y? Biar cepet harus gimana dan apa perlu di audit oleh orang Bea Cukai. Terima Kasih
• lia May 15, 2009 9:44 am
Pak Rahman, mohon bantuannya.
Saya sedang bingung dengan istilah penetapan jalur, yang jadi pertanyaan bisa atau tidak suatu perusahaan berubah jalurnya, dari jalur merh ke hijau. Prosedur apa saja yg harus dijalankan. Sy sgt mengharapkan jawaban bapak segera. Terima kasih sebelumnya.

Penjaluran Bea Cukai merupakan penerapan Manajemen ResikoKepabeanan terhadap penanganan keluar masuknya barang yang melintasi wilayah pabean. Seperti kita kenal bahwa terdapat macam-macam penjaluran (Hijau, Kuning, Merah, Prioritas dan Mitra utama (MITA)). Panjaluran ini merupakan hak prerogratif pihak bea cukai. Mereka melakukan analisa berdasarkan tingkat resiko usaha suatu perusahaan, tingkat resiko barang dll yang dikelompokan dalam High Risk, Medium Risk dan Low Risk.

Untuk penentuan kapan dan bagaimana suatu perusahaan dapat berpindah dari jalur merah menjadi jalur hijau, itupun tergantung hasil kajian dan keputusan bea dan cukai yang diambil dari penilaian, kinerja dan performa kegiatan export import perusahaan tersebut, diantaranya adalah dengan melakukan audit perusahaan, mempertimbangkan besarnya volume transaksi ekspor impor yang telah dilakukan, melihat pelanggaran / kesalahan dalam proses kepabeanan yang telah dilakukan oleh perusahaan dll. untuk perusahaan baru biasanya masuk jalur merah untuk 1 tahun pertama, itupun masih tergantung hasil penilaian bea dan cukai. Kita tetap bisa mengajukan diri untuk berpindah jalur, tetapi hak untuk memutuskan tetap pada Bea dan Cukai berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas.

• Widya May 15, 2009 10:36 am

Pak, mau tanya tentang reimport barang. Kami melakukan export/import barang dari/ke Head Office. Kadang kala barang export kami ditolak karena alasan quality oleh head office dan diminta untuk direinspeksi ulang untuk kemudian dikirim lagi.
Untuk mengurangi biaya kirim, barang cacat yang jumlahnya sedikit ini disertakan dalam pengiriman barang-barang lain (normal) dalam container FCL.
Masalahnya saya selalu diminta oleh custom untuk tidak mencampur dengan normal delivery.
Peraturan mana yang bilang gitu ya?
Kami berada di KB EPTE
• Widya May 15, 2009 10:42 am

Mau tanya Pak, memang ada aturannya barang reimport (karena abnormal) harus dikirim terpisah dengan import normal?
Kami berada dikawasan EPTE
Terima kasih

Dengan keterbatasan saya, terus terang saya belum pernah membaca peraturan yang mengharuskan dipisahkannya kedua jenis barang tersebut. Menurut saya, selama dokumen-dokumen pendukung (Invoice, B/L dll.) mencantumkan dengan jelas kondisi dan keterangan barang dan juga harga yang sebenarnya, hal itu tidak masalah.
Mungkin kalau nanti saya menemukan aturannya saya bisa informasikan. Terima kasih.

• nasirajja May 13, 2009 6:19 pm
tolong ya, pengertian transaksi perbankan secra online itu pa ya???? tugas neh

Transaksi on-line perbankan pada praktiknya adalah adanya sistim transaksi yang dapat membuat suatu transaksi/operasional dapat berhubungan secara lansung melalui jaringan electronic sehingga lebih cepat terupdate dan real time. Dengan demikian terciptanya “link” antara kantor-kantor bank tersebut, dan juga institusi lain seperti antar bank dengan pihak-pihak terkait BI, Bea Cukai, KPKN dll.

Terima Kasih
Mudah2an Bermanfaat

Join the forum discussion on this post
Filed in: Customs & Govt Agent, General Business, Import & Procurement, Info Teknis, Regulasi, Trade Finance, Transport & Logistic

14 Responses to “Tanya Jawab tentang Jalur Merah, Re-Import, Transaksi On-line”

  1. lia
    May 15, 2009 at 11:39 am #

    Pak Rahman, terima kasih atas jawabannya…
    Tapi ada atau tidak ya peraturan tertulis dari bea cukai tentang proses perubahan jalur merah ke jalur hijau? Peraturan yang menyatakan kita harus diaudit, dll. Terima kasih atas jawabannya

  2. Lemets
    June 17, 2009 at 1:47 pm #

    TOLONG JELASKAN PROSEDURE RE-ADDRESS, BILA VESEEL SUDAH TIBA UNTUK FASILITAS BC 2.3 DGN KONDISI 1 MBL/ FCL MENJADI 2 HBL/ LCL.

  3. Danang
    June 23, 2009 at 10:54 am #

    bagaimana tatacara reimport, peraturan dan prosedurnya

  4. robinson Purba
    September 16, 2009 at 4:53 pm #

    Saya coba menanggapi pertanyaan Ibu Widya ttg pemisahan dokumen untuk impor normal dengan reimport.dokumen PIB untuk kedua aktivity itu berbeda untuk impor biasa pada point B jenis impor .

  5. RENDY
    October 5, 2009 at 11:28 pm #

    pak saya mau tanya
    saya aada tugas dari kampus
    buat contoh transaksi online
    tolongf kirimin caranya ya pak

  6. Rita Ir
    November 6, 2009 at 11:37 am #

    mohon bantuan nya,,klo importir umum agar bisa mendapat jalur kuning dengan cara yang bagaimana ya???

  7. susanti
    February 19, 2010 at 9:34 am #

    Dear Pak Rahman

    Pagi Pak
    Terimakasih atas link ini
    Saya ingin tanya…

    Perusahaan kami di Sumatera pertama kali melakukan impor produk makanan dari Negara Malaysia. Impor itu ditujukan di Pelabuhan Tanjung Priok.

    Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, saat akan proses pengeluaran barang, ternyata dikabarkan terkena KARANTINA dan IT TERTENTU dan diperlukan LS.

    Kalau begini, baiknya barang ini bagaimana ya Pak ?

    Mohon bantuan Pak
    Karena barang ini adalah bahan baku produk makanan kita dan sudah terkena demurage 1 minggu…

    Terimakasih

  8. Hila
    April 22, 2010 at 9:58 am #

    Dear Pak Rahman,

    1.) Bagaimana cara untuk ekspor kayu, kalau perusahaannya sebagai pembeli/ trader yang tidak memilki pabrik?.
    2.) Apakah bisa menggunakan surat kuasa dari pemilik pabrik untuk ekspor?
    3.)Apa sajakah dokumen/ surat izin yang diperlukan untuk ekspor hasil hutan?

    Mohon bantuan dan informasi dari Bapak Rahman.
    Atas batuannya saya ucapkan terima kasih.

  9. IIN
    August 3, 2010 at 5:36 pm #

    Halo pak,
    Mohon diberitahukan hubungan antara Jalur Merah dengan DG Cargo.
    Melihat hak preogratif Bea Cukai, Mereka melakukan analisa berdasarkan tingkat resiko usaha suatu perusahaan, tingkat resiko barang dll yang dikelompokan dalam High Risk, Medium Risk dan Low Risk dalam penentuan Jalur Merah, Hijau, Kuning, etc.
    Terima kasih atas respon bapak secepatnya.

    Salam,
    IIN

  10. riki
    December 30, 2010 at 6:04 pm #

    pak rama sy mau tanya sama bapa SKBDN apa bisa kita jadi kan agunan ke bank supaya bisa bang beri sy kridit????

    mohon jawabban pak rama

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.