Wednesday September 3, 2014

Tanya Jawab tentang Bill of Lading, Demurrage dan Detention

• tjandrani April 6, 2009 4:04 pm

Terima kasih atas jawaban terdahulu, Pak.
Pak, bisa tolong dijelaskan, bagaimana penandatanganan yang benar pada bill of lading dan airway bill. Karena saya pernah menjumpai kasus dimana pd tandatangan shipping agent sudah diberi keterangan as agent, tetapi masih dikenakan discrepancy dengan alasan unspecified signature.
Kedua, apakah issuing bank wajib menyampaikan berita discrepancy pd nego bank, jika issuing bank tsb akan membayar dalam 5 hari kerja setelah terima dokumen.
Sekian dan terima kasih, Pak.

Apakan nama Agent pada penanda tangan Bill of lading tersebut sudah menyatakan For or on behalf of the carrier? Seperti yang dipersyaratkan UCP 600.
berikut kutipan article-nya :
” Article 20 Bill of Lading
a. A bill of lading, however named, must appear to:
i. indicate the name of the carrier and be signed by:
• the carrier or a named agent for or on behalf of the carrier, or
• the master or a named agent for or on behalf of the master.
Any signature by the carrier, master or agent must be identified as that of the carrier,
master or agent.
Any signature by an agent must indicate whether the agent has signed for or on
behalf of the carrier or for or on behalf of the master.
Article 23 Air Transport Document
a. An air transport document, however named, must appear to:
i. indicate the name of the carrier and be signed by:
the carrier, or a named agent for or on behalf of the carrier.
Any signature by the carrier or agent must be identified as that of the carrier or agent.
Any signature by an agent must indicate that the agent has signed for or on behalf of
the carrier. ”
mudah-an lebih jelas,

Issuing bank wajib melaksanakan pembayaran terhadap dokumen yang sesuai pada kesempatan pertama (sight LC), akan tetapi mereka diberi waktu 5 banking days untuk proses tersebut, selama 5 hari tersebut mereka bisa saja tidak melakukan apapun (pemeriksaan atau pembayaran). Akan tetapi jika dokumen tersebut mengandung discrepancy, issuing bank harus memberitahukan dan hanya punya kesempatan pada 5 hari tersebut, jika melewati maka issuing bank tetap wajib membayar walaupun dokumen tersebut tidak sesuai.

• Prasetyo April 15, 2009 9:57 am

Dear Pak Rahman,
Bisa diinformasikan apa perbedaan antara demurrage dan detention ?
Demikian dan terima kasih

Demurrage dan Detention adalah pengenaan biaya / charge tambahan dari maskapai pelayaran/agent terhadap penambahan waktu dari pemakaian/pengembalian/penahanan container yang digunakan oleh pihak penyewa. Biasanya dikenakan dengan tarif progressive.
Dalam penerapannya beberapa maskapai pelayaran menyatukan demurrage dan detention dan diperlakukan sama, akan tetapi ada juga yang mengenakan berbeda.
Secara konsep dan juga dilakukan dalam beberapa praktek, demurrage dan detention merupakan suatu hal yang berbeda, bahwa pada demurrage pengenaan charge didasarkan atas kelebihan waktu penggunaan container di luar free time demurrage (7-15-21 hari – tergantung kebijakan maskapai pelayaran), terhitung sejak container diletakkan pada port container yard (CY), unloading container di tempat shipper/consignee, sampai container kosong tersebut dikembalikan ke depo container milik maskapai, sedangkan pada Detention lebih kepada pengenaan denda “penahanan” container oleh penyewa setelah melakukan un-loading barang tersebut sampai dikembalikan ke depo, bahkan ada yang menghitung detention charges berdasarkan waktu / perjam.

Mudah-mudahan bermanfaat

Join the forum discussion on this post
Filed in: Customs & Govt Agent, Export Marketing, General Business, Import & Procurement, Info Teknis, Transport & Logistic

11 Responses to “Tanya Jawab tentang Bill of Lading, Demurrage dan Detention”

  1. February 7, 2010 at 11:26 am #

    Dear Pak Rahman,

    Saya tertarik dengan penjelasan Bapak mengenai Demurrage dan Detention. Saya ada kasus sbb:
    - Import barang dari Shanghai dengan free demurrage 7 hari untuk 4×20′ container.
    - Perjanjian dengan customer, clearance akan dilakukan oleh pihak customer sedangkan transportasi dari Tg. Priok ke pabrik menjadi tanggungan kami.
    - Original shipping documents terlambat kami berikan kepada pihak customer. Barang tiba di Tg. Priok tgl. 05.01.2010, original diberikan ke customer tgl. 14.01.2010.
    - Pihak appointed agent customer baru selesai clearance tgl. 03.02.2010 dikarenakan menunggu selesainya BKPM licence.
    - Kami dikenakan biaya demurrage USD 3,660.00 dan storage Rp. 53.000.000,-.

    Pertanyaan saya:
    1. Sampai sebatas manakah kami sbg pihak penjual dapat mensharingkan cost demurrage & storage kepada pihak pembeli karena terhambat adanya proses selesainya BKPM licence.

    2. Apakah biaya demurrage tidak mencakup biaya storage?

    3. Apakah biaya demurrage dianggap sebagai warranty? karena pihak agent waktu emai kepada kami menyebutkan pembayaran warranty demurrage. Jadi jika disebutkan warranty bukankah dapat dikembalikan setelah container kembali?

    Mohon bantuan Bapak atas penjelasan masalah kami sehingga kami dapat menjelaskan pula kepada pihak customer pada saat pengajuan sharing cost.

    Salam dan terima kasih

  2. March 10, 2010 at 10:48 pm #

    1. Menurut saya, salama saya bekerja di dunia pelayaran container. Demurrage dan detention adalah sewe penggunaan container, perbedaan anta demurrage dan detention adalah sebagai berikut:
    Demurrage adalah batas waktu pemakaian container didalam pelabuhan (CY) mulai bongkar (discharges) kapal samapai pintu ke luar pelabuhan (Get out) ataupun sebaliknya mulai dari pintu masuk pelabuhan (Get in) sampai Muat (Loading) ke kapal.
    Detention adalah batas waktu pemakaian container di luar pelabuhan antara depot out (Keluar gudang) container maskapai pelayaran samapai masuk ke pintu pelabuhan (depot in) atau dari pintu keluar pelabuhan (depot out) sampai container masuk ke gudang container (depot in) Maskapai pelayaran.
    Free time Demurage dan detention adalah kebijakan dari maskapai pelayaran yang diberikan ke pihak customernya untuk penggunaan container, mereka memberikan batasan di karenakan container tersebut akan digunakan kembali sebagai main bisnis maskapai pelayaran, jadi apa bila melebihi batas waktunya meraka akan mengenakan biaya sewa yg disebut demmurage & Dettention.
    2. Sedangkan Storage adalah biaya penumpukan container di area tempat penimbunan sementara (TPS) dan yang menarik biaya tersebut adalah pemilik/pengelola lahan tersebut kepada pengguna container seperti Pelabuhan, Gudang berikat dll.
    3. Waranty akan dikembalikan apa bila dalam batas waktu yg ditentukan Conatiner sudah dikembalikan, Container dalam keadaan baik dan tidak rusak karena barang. Apa bila melebihi batas waktu yg deitentukan dan atau ada container rudak maka waranty akan dipotong atau kalau kurang akan diminta kekurangannya

    Semoga bermanfaan

  3. Fakhrur Ghazi
    June 11, 2010 at 1:32 pm #

    Dear Pak Rahman,
    Saya masih baru dibidang palayaran container, saya bekerja dibidang Adminstrasi disebuah agent pelayaran cargo, kemaren ada shipper yang minta dibuatkan BL Guaranteed, padahal sebelumnya BL original sudah kami serahkan sesuai Shipping Instruksi pada saat kapal berlayar. Alasannya meraka tidak sempat mengrimkan BL Original kepada Consignee sesuai jadwal, jadi cargo belum bisa release.
    yang jadi pertanyaan saya :
    1. BL Guaranteed itu apa dan bagaimana bentuknya?
    2. Siapa yang bertanggungjawab kalau misalnya Cargo tidak bisa release dengan alasan Consignee belum menerima BL Original?

    Mohon bantuan Bapak, karena saya baru dalam bidang ini.

    Salam dan Terima kasih

  4. Young
    September 3, 2010 at 2:36 pm #

    Saya ada pertanyaan Term of Payment di LC :
    1. 60% At sight Against Shipping Documents
    2. 40% Against simple receipt duly signed

    Apakah No. 1 itu kita di telex dulu or kita lampirkan BL aslinya ke Bank ya..
    baru dokumen penyertanya menyusul…?

  5. November 1, 2010 at 4:39 pm #

    Yang Terhormat Pak Rahman,

    Saya sangat antusias sekali membaca website Bapak. Sebagai orang yang bekerja di bagian ekspor-impor di sebuah perusahaan manufaktur dengan latar belakang pendidikan yang tidak mendukung, saya sangat terbantu sekali dengan segala informasi dari Bapak. Semoga Allah memmbalas kebaikan Bapak.

    Saya mohon jawaban Bapak atas kesulitan yang sedang saya hadapi: 6 bulan lalu barang ekspor kami di kembalikan oleh buyer dari korea dengan alasan under quality. Otomatis, buyer mengembalikan barang tersebut sebagai barang re-ekspor.

    Tetapi kemudian ditolak oleh BC dengan alasan nilai FOB pada PIB berbeda dengan nilai FOB pada dokumen PEB-nya. Setelah diketahui, ternyata PPJK kami tidak melakukan notul pada saat ekspor.

    BC menyatakan barang kami masuk kategori impor biasa karena perbedaan PIB-PEB. Pendeknya, perusahaan kami akhirnya tidak bisa mengambil barang tersebut untuk kami perbaiki (karena masuk kategori impor biasa) karena import duty & tax yang besar dan perusahaan kami tidak sanggup membayar.

    Kini, kurang lebih 6 bulan telah berlalu. Kami sudah give-up dan ingin menyerahkan barang tersebut untuk dilelang oleh negara.

    Pertanyaannya: Apakah dengan melakukan lelang, izin ekspor dan impor kami bisa diblokir atau bahkan dicabut oleh BC? Barang tersebut ada di BC Tg. Priok, apakah jika diblokir berarti kami juga tidak bisa melakukan shipment di Bandara.

    Selain itu perusahaan kami sekarang sedang diblokir oleh BC Priok dengan alasan kami belum bayar PNBP dari 2004-2009 (padahal kami selalu membayar PNBP tapi memang kami tidak punya bukti pembayaran PNBP tersebut), apakah berarti kami tidak bisa shipment di Bandara?

    Atas penjelasannya saya sangat berterima kasih.

  6. scoob
    February 8, 2011 at 11:27 am #

    Salam Semangat Pagi Pak Rahman,
    Saya orang awam soal exim.
    Ada permasalahan yang ingin saya tanyakan ke pak Rahman…
    1. Apakah switch BL
    2. Bagaimanakah prosedur Switch BL
    3. Apakah Switch BL tersebut legal atau ilegal dalam UU Kepabeanan
    4. Bisakah dibantu mengenai aturan terkait mengenai switch BL

    Tq,
    Suko

  7. Chalik badlisyah
    June 16, 2011 at 3:55 pm #

    Salam Pak Rahmat.
    Perusahaan kami baru pertama kali import dari korea yaitu air mineral sebanyak 4 container (ukuran 20 feet)
    Container kami tiba di Tjg Priok tanggal 16 Mei 2011 dan baru tiba ke tempat kami tanggal 3-7 Juni 2011.
    Menjadi pertanyaan adalah :
    1.Bagaimana cara menghitung DUMURRAGE dan STORAGE?
    2.Setahu saya bahwa untuk menghitung Dumurrage dan Storage itu adalah phase / masa,tolong di jelaskan untuk phase / masa nya?
    3.Berapakah tarif standar untuk menghitung Dumurage dan storage?
    4.Perusahaan kami untuk mengimport ini menggunakan jasa prowider.
    Terima Kasih atas perhatiannya.

  8. yusak
    June 26, 2011 at 12:33 am #

    Salam Pak Rahman

    Saya baru ditugasi dalam mengurus kegiatan import,
    kami import barang cair curah, dengan laytime 24 jam.
    shipper sudah memiliki kontrak dengan agen kapal, dan agen kapal menunjuk agen lokal di daerah penerimaan. dan kami menunjuk agenuntuk bongkar muat dan custom clearance.

    terjadi masalah, ada antrian di pelabuhan yang menyebabkan kapal tidak bisa sandar, 48 jam setelah kapal tiba di pond baru bisa sandar. itu pun perlu shifting dan kompensasi kepada 2 kapal di depan.

    yang menjadi pertanyaan saya, semua itu menjadi tanggungan siapa ya pak? menurut hemat saya hal ini terjadi karena agen kapal tidak sigap dalam berhubungan dengan adpel maupun pelindo. sehingga kapal tidak bisa langsung sandar.

    salam

  9. wafi
    July 7, 2011 at 7:50 pm #

    Pak, Sy mau tanya tentang B/L..
    B/L itu apa bisa keluar sebelum barang/kapal berangkat..
    sy lg bertransaksi dg buyer di china, dia cuma ngasih DP 40%, sisanya setelah B/L itu Keluar…!
    ini berbahaya buat kita, atau memang prosedurnya begitu..?
    dg cara/sistem bagaimana, biar kami aman..

    regards,
    wafi/081939769919

  10. arief
    July 22, 2011 at 10:18 am #

    Yth P.Rahman

    Terimakasih atas adanya web Bapak ini . Saya merasa terbantu dengan adanya web ini bisa menambah pengetahuan saya karena saya juga bekerja di forwarding dan emkl di Surabay
    Semoga web ini menjadi amal baik Bapak

    Brgds
    Arief

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.